Kampung Tematik Seni dan Budaya Jurang Blimbing

September 27, 2018 0 comments Ekky

   Jurang Blimbing adalah sebuah kampung yang berada di wilayah Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Kampung yang sekarang ini bertempat di pinggir kampus Universitas Diponegoro (Undip) ini merupakan kampung warga pindahan, yang pada awalnya bertempat tinggal di mana kampus Undip sekarang berada. Ketika belum berdiri kampus Undip di Tembalang, wilayah tersebut merupakan area perkampungan yaitu Kampung Jurang Blimbing.

   Pada tahun 1970-an Kampung Jurang Blimbing mengalami masa keemasan di bidang seni. Warga Kampung Jurang Blimbing yang sebagian besar gemar berkesenian, terutama seni ketoprak, karawitan, dan kuda lumping berkembang pesat di wilayah ini. Namun pada tahun 1986 sebagian besar lahan Kampung Jurang Blimbing terpaksa harus mengalami pembebasan tanah karena digunakan untuk relokasi Kampus Universitas Diponegoro, sehingga para seniman terpaksa harus pindah tempat tinggal dan tersebar di berbagai wilayah. Namun sebagian warga memilih pindah ke pinggir kampus, dan menetap di wilayah tersebut.

   Akibatnya seni di Kampung Jurang Blimbing mengalami kemunduran, hingga datangnya keputusan dari Pemerintah Kota Semarang yang menjadikan Kampung Jurang Blimbing sebagai Kampung Tematik Seni dan Budaya. Berbagai jenis bantuan diberikan oleh Pemerintah Kota Semarang seperti fasilitas panggung pementasan yang sekarang lebih dikenal sebagai Balai RW, berbagai alat musik gamelan sebagai piranti utama pemain karawitan, kuda lumping, dan ketoprak, kemudian adapula pembangunan gapura selamat datang di Kampung Seni dan Budaya Jurang Blimbing.

   Adanya bantuan tersebut membangkitkan kembali semangat warga Kampung Jurang Blimbing untuk bisa menghidupkan kembali Kampung Seni dan Budaya. Ditambah lagi dengan hadirnya peran para pemuda karang taruna (IKADA) dan mahasiswa tim KKN Tematik Undip yang sudah 3 periode ini turut aktif berkontribusi membantu menyukseskan acara pentas seni di Jurang Blimbing.

   Hingga tahun 2018 ini ada beberapa kegiatan di Kampung Seni dan Budaya Jurang Blimbing yang sudah aktif berjalan. Setiap malam sabtu diadakan latihan rutin karawitan oleh Paguyuban Ketoprak “Sri Mulyo”, dan pada malam minggunya diadakan latihan rutin kuda lumping oleh Paguyuban Kuda Lumping “Turonggo Tunggak Semi”. Warga juga rutin mengadakan latihan ketoprak sebulan menjelang pentas seni. Latihan rutin ini ditujukan untuk pentas seni yang diadakan 4 kali dalam satu tahun di Balai RW. Selain itu kegiatan seni lain seperti seni kaligrafi masih dijalankan seorang diri oleh Bapak Ustadz Izzudin. Namun beliau turut mengajarkan pembuatan kaligrafi dan mahar kepada para pemuda Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu maupun tim KKN. Hasil pembuatan kaligrafi dan mahar ini kemudian dipajang dan dijual pada saat pameran dan pentas seni berlangsung.